Posted on 30-03-2010
Filed Under (CERITA HIKMAH) by wahyuwidodo

Cerita ini bermula dari kejadian biasa di salah satu tempat di bumi.  Ada seorang anak muda yang melamar seorang gadis untuk menjadi istrinya. Orang tua gadis tersebut berkeberatan dengan berbagai pertimbangaan.  Pertimbangan dari sisi pemuda adalah, pemuda tersebut hanya seorang wiraswasta yang membuka toko kebutuhan bahan pokok.  Putus kuliah karena tidak ada biaya dan kemampuan orang tuanya yang tergolong ekonomi lemah.  Si pemuda juga berpenampilan biasa biasa saja.  Selanjutnya silakan baca di judul ini
MONGGO

(6) Comments    Read More   

Comments

sekardusun on 31 March, 2010 at 2:33 pm #

Subhanallah..
sungguh membuat hati trenyuh dan ingin menangis pak.


wahyuwidodo on 12 April, 2010 at 10:02 am #

matur nuwun cerita ini untuk menyemangati kehidupan keluarga yang baik


Syafril Chairiansyah on 15 April, 2010 at 9:07 pm #

Cerita yang indah Kak Wahyu…
Oya, ingat Ril khan?
Klu ga ingat, lihat blog sekaligus website ril deh…
Wassalamu’alaikum


wahyuwidodo on 22 April, 2010 at 2:16 pm #

Ass. wr. wb.

Wah sudah lama tidak ketemu berpuluh puluh tahun tiba-tiba mas syafril muncul tanpa diundang he he. Bagaimana kabar bapak ibu karena saya tidak tahu kabar beliau berdua bertahun-tahun, saya berharap yang terbaik bagi beliau berdua. Termasuk bagaimana kabar adik kecil mas syafril yang waktu saya tinggalkan untuk terakhir kali menangis karena tidak rela ditinggal, kenangan itu masih membekas dihati saya. Sekarang mas syafril sudah menjadi bapak ya, tolong ceritakan ke saya tentang keluarga mas syafril, aduh begitu banyak kenangan di bogor, kenangan tempat kost di perumahan BPT, kenangan keluarga mas syafril, kenangan kuliah S-1, dan kenangan indah lainnya. Masih terbayang di depan mata ketika berangkat dan pulang kuliah melewati jalanan BPT, bunga flamboyan jatuh berguguran memerahkan pemandangan, lenguh sapi di kandang BPT yang meneriakkan kelegaan karena masih menjumpai matahari, tempat kost yang membisu ketika bermalam-malam saya mengetik skripsi meningkahi keheningan malam, aduh masa lalu saya, masa yang kukenang dengan penuh kerinduan, masa yang tidak akan terulang, masa yang hanya dapat kusimpan dalam jendela hati terdalam. Aduh mohon maaf mas syafril, saya terlalu larut dalam kenangan, salam untuk keluarga semua ya

Wass. wr. wb.


sukiman on 6 December, 2011 at 12:49 pm #

betapa mulianya suami yang penuh dengan kasih sayang dengan istri walau kondisi istri lumpuh mudah2an dapat untuk pelajaran bagi suami2 yang kurang menyayangi istri


nurul mauludah on 23 December, 2011 at 10:37 am #

assalamualiakum bpak prof.wahyu widodo yang kami banggakan….

sungguh cerita yang luar biasa begitu besar pengorbanan dan kesetian yang dapat kami petik dari crita diatas…alangkah indah nya dunia ini jikalau semua orang dapat bersikap seperti pasangan di atas…


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments:

Captcha Garb (1.5)